Be the Captain of Yourself by Agus Wiyono

Moralitas bisa kita jaga dengan menjaga ucapan dan selalu didahului dengan pikiran. Pikiran adalah pelopor dari semua perbuatan dan ucapan kita.

Seperti film Star Wars contohnya, dalam film tersebut, melalui pikiran (the force), orang dapat menggunakannya ttntuk menjadi baik ataupun jahat. The force bersifat netral. Pikiran muncul sebagai penentu dari munculnya keadaan-keadaan yang baik maupun buruk. Pikiran berubah begitu cepat, sehingga sangat sulit untuk dikendalikan. Sehingga latihan melatih moralitas cenderung mudah, namun sulit untuk mengendalikan pikimn alam bawah sadar (bovalma citra) temebut.

Lalu, bagaimana caranya?
Kita sebagat manusia yang masih memiliki kekotoran batin (dinamakan dorman), ketika muncul keadaan yang tepat, kekotoran batin ini akan muncul lewat pikiran, kernudian membualtkan perbuatan buruk. Untuk menjadi kapten dari pikiran kita sendiri, kita harus mengamati dan mengenali kelemahan dari pikiran kita, misalnya kita kebiasaan marah, kita harus berusaha mengendalikannya. Latihan ini dapat dilatih dengn menfokuskan kegitan yang sedang kita lakukan atau mengalihkan sementara sckiranya perbuatan buruk yang kita lakukan. Olch karena ini, bila kita tidak membiasakan mengamati dan mengenali pikiran kita sendiri, kita tidak bisa menjadi kapten dari pikiran kita. Tidak ada latihan pikiran yg mudah, pikiran menyenangi yang jahat, sangat sulit bagi manusia untuk menjauhi diri dari hal yg jahat. Namun hal ini dapat dilatih dari hal yang keeil seperti bcrlat ih mcditasi. Latihan ini pun harus diawal dengan tekad yang bulat Inti ajaran dari agama buddha sendiri adalah merealisasikan Nibbana, namun hal ini dapat kita pmktikan dengan meditasi.

  • Stata Innycipanna: kebijaksanaan yang diperoleh karena mendengar
  • C’into nursapanna: kebijaksanaan yang diperolch dari hasil perenungan

Dalam abidhalluna dikatakan pikiran bergerak sangat cepat. Selain saat kita berbuat baik, pikiran kita berbuat buruk. Namun itupun belum tentu, bila kita belum memusatkan pikiran kita ke dalam perbuatan baik tsb. Scring kali kita menganggap kekotoran batin kita ini adalah teman. Untuk bisa menangkap kekotoran batin ini, kita perlu ‘fflembayar”. Bukan dengan uang, tetapi dengan perhatian penult (mindfulness), pikiran tidak kosong dan terus ingat dengan kebajikan sehingga pikiran kita terus terarah.

Usahakan ttntuk tidak membelah pikiran kita dalam melakukan banyak hal dalatn 1 waktu. Amati pikimn apa saja yg muncul, apakah baik atau buruk. Jadi sebelum kita melakukan perbuatan baik yang besar, mulailah dari perbuatan kebajikan yang kccil. Sama seperti latihan pengendalian pikiran.

Recent Posts
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt